BERITANUSANTARA - Government shutdown atau penutupan sebagian layanan pemerintahan federal Amerika Serikat dianggap akan berdampak terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Meski pengaruh yang berjalan tidak akan secara langsung.
Salah satu yang menjadi pendorong munculnya pengaruh dari shutdown yang berjalan di Amerika ini adalah keberadaan Dollar AS. Seperti yang ditakutkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono JUDI BOLA.
Presiden menghendaki antisipasi dilaksanakan dikarenakan menurutnya “Dollar AS di mana pun berada dan pergerakannya layaknya apa tidak bebas dari kebijakan AS, kebijakan moneter utamanya. Dengan demikian, kami kudu tetap mengikuti pertumbuhan dan dinamika di negara itu, termasuk negara-negara penting lainnya.”
Hal yang sama disampaikan oleh Menteri Keuangan Chatib Basri. Chatib menghendaki seluruh pelaku pasar mewaspadai government shutdown yang berjalan di Amerika.
Meski demikian, Chatib utamakan bahwa kami tidak kudu amat cemas akan pengaruh shutdown AS tersebut dikarenakan suasana pasar domestik Indonesia kala ini tengah membaik. "Artinya, kalau ada berita bagus, ada bukti perbaikan, maka sedikit banyak kami akan terlindungi dari itu," tambahnya.
Opitmisme termasuk diungkapkan oleh Kepala Ekonom Bank Danamon Anton Gunawan, ”Pasar saham sesungguhnya menjadi fluktuatif. Tapi, Indonesia terima cukup besar capital inflow (dana asing yang masuk) yang mendukung suasana pasar saham.”
Untuk kala ini, pengaruh yang keluar tetap terbatas terhadap penundaan pengucuran modal dari para investor asing ke negara-negara ekonomi baru. Akibat penundaan ini, aliran dana asing ke negara-negara bersama dengan pertumbuhan ekonomi cepat (emerging markets) pun terhambat.
Senator Cory Booker D-N.J., bicara dalam sebuah demonstrasi untuk untuk jauhi "government shut down" di Capitol Hill, Washingtonn, 19 Januari 2018. (AP)
Ekonom Institute for Development Economic and Finance (Indef) Bhima Yudistira Adhinegara menilai, pengaruh shutdown akan kecil kalau dalam kala sebentar.
Namun kalau berjalan dalam kala panjang, maka pemerintah Indonesia kudu menyiapkan antisipasi. Pasalnya shutdown akan mempengaruhi perekonomian AS, dan berpotensi turut berdampak terhadap Indonesia.
"Perdagangan Indonesia ke AS berpotensi terganggu, agar kinerja ekspor sepanjang 2018 berpotensi menurun," ucap Bhima Sabtu (20/1/2018)
Bhima menambahkan, dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) th. 2017, porsi ekspor Indonesia ke AS mencapai 11,2 % dari keseluruhan ekspor. Nilainya sekitar 17,1 miliar dollar AS atau setara bersama dengan Rp 227,8 triliun.
"Pemerintah kudu menyiapkan mitigasi risiko. Salah satunya bersama dengan memperluas ekspor ke negara alternatif agar ketergantungan terhadap AS berkurang," sebutnya.
Selain berdampak ke ekspor Indonesia, menurut Bhima shutdown berkepanjangan termasuk akan berdampak ke pasar keuangan. Salah satunya adalah potensi naiknya yield surat utang yang mencerminkan kenaikan dampak dan juga keluarnya modal asing dari negara berkembang.
Sedangkan pengaruh terhadap nilai pindah rupiah diprediksi amat minim.
Proyeksi nilai pindah rupiah sendiri tetap dalam rentang terselesaikan terhadap Rp 13.350 - Rp 13.400.
" Shutdown dulu berjalan th. 1995-1996 dan th. 2013. Saat itu kurs rupiah nyaris tidak terpengaruh. Karena sifatnya lebih temporer atau jangka pendek," ujarnya.
Dalam sepekan ini, rupiah mengungguli dollar Amerika Serikat. Mengutip Bloomberg, rupiah menguat 0,27 % ke level Rp 13.316 per dollar AS sepanjang sepekan berjalan.
Di periode yang sama, kurs tengah rupiah Bank Indonesia termasuk menguat 0,23 % ke level Rp 13.331 per dollar AS.
Secara harian, kurs spot rupiah terhadap dollar AS hingga penutupan Jumat (19/1/2018) termasuk sukses menguat 0,23 % dibandingkan terhadap perdagangan kemarin.
Pun demikianlah bersama dengan kurs rupiah di BI yang turut menguat 0,25 persen.
Analis PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, mengatakan, penguatan rupiah didorong pelemahan dollar AS terhadap mayoritas mata duit major dan emerging market BANDAR BOLA ONLINE .
Hal ini lantaran anggaran pemerintah di negara tersebut untuk th. 2018 belum disetujui oleh senat, padahal Jumat ini merupakan tenggat kala pengesahannya.
“Ada ancaman Pemerintah Amerika akan shutdown kalau anggarannya tak kunjung disetujui,” kata Putu.
Putu menambahkan, kala ini nyaris seluruh bagian senat dari partai Demokrat dan dua bagian senat partai Republik belum menyetujui konsep undang-undang tentang anggaran Pemerintah AS di th. ini.
Rupiah termasuk terbantu oleh stabilnya pertumbuhan ekonomi China di level 6,8 % agar dipercayai permintaan ekspor dari negara tersebut terhadap Indonesia akan meningkat dalam bebebrapa kala ke depan.


Posting Komentar