photo BANNER-YAKUZA2-JANUARI-20177_zpsaqjtr7ag.gif
Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan   
Home » » Hal yang Harus Anda ketahui Saat Tejadinya Super Blue Blood Moon Pada Besok Malam

Hal yang Harus Anda ketahui Saat Tejadinya Super Blue Blood Moon Pada Besok Malam

Posted by SUKABERITANUSANTARA on Selasa, 30 Januari 2018




BERITANUSANTARA - Pada Rabu malam (31/01), jika cuaca cerah, Anda dapat menyaksikan Bulan yang berbeda dari biasanya.

Penampakan tersebut adalah bagian dari fenomena alam yang disebut "super blue blood moon".

BBC mencoba menjawab sejumlah pertanyaan yang mungkin ada di benak Anda berkenaan momen langka ini:

Dinamakan 'super blue blood moon' karena momen tersebut merupakan gabungan dari tiga fenomena bulan sekaligus.

'Supermoon' karena Bulan dapat berada terhadap jarak terdekatnya dengan Bumi (perigee), agar kelihatan 14% lebih besar dan 30% lebih terang dari biasanya.

Adapun 'blue moon' adalah julukan bagi purnama yang terlihat kedua kalinya didalam satu bulan kalender Agen Bola Terpercaya.

Pada tanggal 31 Januari terhitung dapat berjalan gerhana bulan, yakni momen kala Matahari, Bumi, dan Bulan berada terhadap garis sejajar.

Bulan dapat ditutupi bayangan Bumi, membuatnya kelihatan kemerahan seperti darah, agar disebut 'blood moon'.

Hal ini karena sinar matahari menembus atmosfer Bumi sebelum sampai ke Bulan. Gas-gas di atmosfer menyebarkan sinar biru, dan meloloskan sinar merah.

Terjadinya tiga fenomena ini secara sejalan adalah kejadian langka, paling akhir kali berjalan 152 th.lalu.







































Kapan dan di mana fenomena ini mampu diamati?


Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), gerhana bulan dapat dimulai pada pukul 18:48 WIB dan capai puncaknya pada 20:30 WIB.

Gerhana diperkirakan berjalan sekitar empat jam.

Fenomena ini mampu dilihat di semua lokasi Indonesia, dan sebagian besar permukaan bumi. Masyarakat di Pulau Jawa bagian timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Papua dan sekitarnya mampu menyaksikan semua tahapan gerhana; selagi sisanya cuma menyaksikan fase total dan parsial saja.

Sedangkan mereka yang berada di Amerika Selatan dan Afrika tidak mampu melihatnya sama sekali. Agen Judi Online Terpercaya.






















Bagaimana langkah melihatnya?

Fenomena 'super blue blood moon' mampu dilihat bersama dengan mata telanjang. Bulan purnama dapat keluar berwarna merah dan lebih besar berasal dari biasanya.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin menerangkan, mula-mula cuma segi timur berasal dari bulan purnama bakal kelihatan; sesudah itu Bulan kelihatan penuh terhadap fase keseluruhan sekitar pukul 19:52 WIB sampai 21:08 WIB.

Proses gerhana berakhir bersama lepasnya purnama berasal dari bayangan Bumi terhadap pukul 22:11 WIB.

Apa dampaknya terhadap Bumi?

Menurut kepala Lapan Thomas Djamaluddin, terhadap 31 Januari dampak Bulan purnama terhadap Bumi dapat jauh lebih kuat berasal dari biasanya. Gravitasi bulan dan matahari memengaruhi pasang air laut.

Ketika berjalan gerhana bulan - yang mana posisi Bumi berada di tengah matahari dan bulan - ditambah jarak bulan yang amat dekat dengan bumi, pasang air laut dapat capai maksimum.

Dampak ini sanggup dirasakan di tempat pantai yang landai, layaknya di lebih dari satu tempat di pantai utara Jawa.

"Jika berjalan cuaca tidak baik di laut yang mengundang gelombang tinggi, banjir rob dapat melimpas makin jauh ke daratan," kata Thomas.

Ia menambahkan, dampak lainnya yakni terkecuali berjalan banjir akibat hujan lebat di daratan, banjir dapat lama surutnya gara-gara dampak pasang maksimum.

Apa yang ditunaikan para ilmuwan untuk menggunakan fenomena langka ini?

Bagi para ilmuwan di badan antariksa Amerika Serikat NASA, gerhana terhadap 31 Januari menjadi kesempatan untuk mengamati apa yang berjalan disaat permukaan Bulan mendingin dengan cepat.

Ketika gerhana bulan, penurunan temperaturnya begitu drastis seakan-akan permukaan Bulan beralih berasal dari sepanas oven menjadi sedingin freezer cuma didalam beberapa jam.

Hasil pengamatan didalam suasana ini bakal mendukung mereka mengerti karakteristik regolit — yaitu campuran tanah dan batuan di permukaan Bulan — dan perubahannya berasal dari sementara ke waktu.

Selama gerhana, para ilmuwan termasuk bakal mengamati Bulan dengan gunakan kamera termal, mempelajari lokasi yang umumnya tak terlihat.

Sementara di Indonesia, gerhana bulan lebih dijadikan sarana edukasi. Lapan membuka fasilitasnya bagi masyarakat yang menghendaki lihat gerhana melalui teleskop di beberapa area antara lain Bandung, Sumedang, Garut, Pasuruan, Biak, Pontianak, dan Bukittinggi.

Di Jakarta, Planetarium Taman Ismail Marzuki dan Taman Mini Indonesia Indah termasuk bakal khusus diakses di malam gerhana.

Thomas mengatakan, dahulu gerhana bulan sering dimanfaatkan untuk penelitian kualitas udara; contohnya kala gunung Tambora meletus terhadap 1815.

Tapi sekarang para ilmuwan gunakan metode lain yang lebih mangkus untuk mengukur kualitas hawa global.





SHARE :
CB Blogger

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 SUKABERITANUSANTARA. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger