BERITANUSANTARA - Seorang perempuan yang mengaku sebagai Ketua RW mengirimkan surat terbuka untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tentang efek penutupan jalur dan trotoar di Tanah Abang, Jakarta.
dari akun Twitter @Syarman59 yang diunggah pada Minggu (28/1/2018), ibu RW selanjutnya mengaku jikalau penutupan jalur dan trotoar selanjutnya melanggar UU dan berakibat pada lingkungannya.
Dalam suratnya, ia mengaku tersedia segerombolan Ormas yang inginkan terhubung pasar malam liar di wilayahnya BANDAR DOMINO99.
Rombongan selanjutnya juga nampak membawa lebih dari satu pedagang.
Ibu yang terhitung menjadi ketua RW berikut menolak, dan melaporkannya ke kelurahan, kepolisian, dan PLN, lantaran orang-orang berikut diduga mengambil listrik tanpa izin dari tiang jalan.
Dalam dialog yang panas tersebut, koordinator lapangan (Korlap) ormas itu menyebut-nyebut nama Anies Baswedan.
Ketika ditanya, ormas berikut terhitung mengaku sudah mengantongi izin dari Anies Baswedan dan merupakan tim pemenangan Gubernur Anies.
Berikut isi surat terbuka tersebut.
"#SerieBeingKetuaRW
DAMPAK PELANGGARAN UU DI TANAH ABANG
Surat Terbuka Untuk Pak @AniesBaswedan
Morning Pak Anies!
Pak, akhirnya pengaruh Pelanggaran UU atas penutupan Jalan di Tanah Abang untuk 400 PKL, berakibat ke lingkungan saya.
Saya yakin di tempat lain tinggal menanti giliran dan kalau itu berjalan di semua wilayah Jakarta, betapa keosnya.
Kemarin siang sebagai Ketua RW aku dihadapkan “head-to-head” bersama segerombolan orang yang mengaku dari Ormas **R yang mendadak singgah ke taman/jalur hijau di wilayah aku membawa sederetan pedagang dan akan mengakses kegiatan Pasar Malam liar.
Saya ditelpon sebagian warga yang menyaksikan sebagian orang membawa tangga dan dengan pede-nya mencoba nyantol listrik (baca: Nyolong Listrik) dari tiang listrik jalan.
Beberapa pedagang memperlihatkan selebaran yang mereka terima yang isinya undangan untuk berjualan di taman/jalur hijau; Tertulis: DIBUKA KEMBALI PASAR MALAM, HARI SABTU (MALAM MINGGU), BUKA JAM 16.00 – 22.00.
Ya betul pak, kata “DIBUKA KEMBALI” sesungguhnya bermakna Pasar Malam liar itu pernah tersedia sebagian th. lantas di jalur hijau itu tiap Sabtu malam dan dengan ada masalah payah kami bubarkan lewat sistem yang benar-benar lama dan berbelit-belit karena sudah benar-benar mengganggu kenyamanan, ketertiban dan keamanan warga.
Saya bergegas berkoordinasi dengan Kelurahan, kepolisian, PLN dan dengan tegas memperlihatkan MENOLAK pasar malam di jalur hijau di wilayah saya AGEN BANDARQ.
Sebelum semua pihak mengenai tiba di TKP aku sempat bertemu dengan Korlap aktivitas itu dengan topi ormasnya di Pos RW saya.
Menarik sekali pak Anies, karena dalam pembicaraan si Korlap berani menyebut nama bapak.
Saya: “Bapak dari mana?”
Korlap: “Saya korlap **R bu, aku penyelenggara Pasar malam di Taman depan SD, untuk pedagang kecil, bu”, katanya.
Saya: “Penyelenggara? Bikin aktivitas itu kan kudu mempunyai ijin pak, bukan main singgah dan bawa pedagang lantas nyantol listrik sesukanya dari tiang listrik jalan. Kok aku tidak tahu tersedia aktivitas di wilayah saya??”
Korlap: “kami sudah mampu ijin dari Pak Anies, dari **R pusat, dari Satpol PP Pusat, dari bla bla bla bla-bla bla”, kata si Korlap. (Saya dengarkan saja dia ngoceh ujung bibirnya putih-putih berbusah).
Saya: “Mana ijinnya pak, boleh aku lihat?”.
Korlap: “Nanti pasti ada ijinnya. Karna saya telah bicara bersama 5 KORWIL **R yang turut dalam Team pemenangan Gubernur Anies”
Saya: “Enggak ada hubungannya itu pak, Bapak harus mampu ijin dulu berasal dari berbagai pihak. Warga saya keberatan ada kesibukan Pasar malam di Taman”
Korlap: “Warga yang mana bu?”
Saya: “Ya warga saya pak, mosok warga Roxi?”
Korlap: “Ya Nanti kami melihat saja bu, kami adu kuat-kuatan”
Saya: “Lho kenapa kok adu kuat-kuatan?. Memangnya tinju?. Kita gunakan aturan yang berlaku saja pak”.
Singkat kata semua pihak berasal dari berbagai instansi 3 Pilar tempo hari pada akhirnya berkumpul di TKP; Kelurahan, Kecamatan, POLISI, Binmas, Babinsa, Danril, Satpol PP, Tokoh masyarakat dsb, berdialog bersama Korlap dan orang-orangnya dan juga para pedagang dan BATAL lah kesibukan pasar malam liar itu AGEN POKER .
Good Job! Sebelumnya sebagian orang menelpon saya untuk mengijinkan pasar malam itu sekali saja, namun saya selalu menjelaskan TIDAK.
Pak Anies, Saya yakin ini ada hubungannya bersama kebijakan bapak menutup jalan di Tanah Abang yang melanggar berbagai undang-undang lebih-lebih UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009, sehingga menimbulkan keberanian pada kelompok-kelompok spesifik untuk copycat pelanggaran itu.
Mengatur wilayah sekecil RW pun tidak mudah, pak. Tanpa penegakkan hukum yang benar (tegas), tiap tiap kelurahan di wilayah Jakarta yang merupakan perwakilan Pemerintah paling rendah, pasti bakal pontang-panting mengatur wilayahnya.
Harusnya pak, hukum berlaku untuk semua orang; So, JUSTICE FOR ALL.
Salam
#BuRWPeduli."


Posting Komentar