photo BANNER-YAKUZA2-JANUARI-20177_zpsaqjtr7ag.gif
Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan   
Home » » Terungkap Kisah Tragis Presiden Soekarno di Akhir Pemerintahannya

Terungkap Kisah Tragis Presiden Soekarno di Akhir Pemerintahannya

Posted by SUKABERITANUSANTARA on Minggu, 21 Januari 2018



BERITANUSANTARA - Ini sebuah kisah tragis mantan Presiden Soekarno di jaman akhir kepemimpinannya sebelum kematiannya, ia sering ditawan berpindah-pindah.

Kisah ini cuplikan berasal dari buku berjudul "Maulwi Saelan, Penjaga Terakhir Soekarno" terbitan Penerbit Buku Kompas 2014 dan ditulis oleh Asvi Warman Adam, Bonnie Triyana, Hendri F. Isnaeni, M.F. Mukti

Pada suatu pagi di Istana Merdeka, Soekarno minta sarapan roti bakar seperti biasanya.

Langsung dijawab oleh pelayan, “Tidak tersedia roti.”

Soekarno menyahut, “Kalau tidak tersedia roti, aku minta pisang.”

Dijawab, “Itu pun tidak ada.”

Karena lapar, Soekarno meminta, “Nasi bersama dengan kecap saja aku mau.”

Lagi-lagi pelayan menjawab, “Nasinya tidak ada.” Akhirnya, Soekarno berangkat ke Bogor untuk meraih sarapan di sana.

Maulwi Saelan, mantan ajudan dan kepala protokol pengamanan presiden juga menceritakan penjelasan Soekarno bahwa dia tidak mengidamkan melawan kesewenang-wenangan pada dirinya JUDI BOLA.

“Biarlah aku yang hancur asal bangsaku selalu bersatu,” kata Bung Karno.

Di sementara lain, sesudah menjemput dan mengantar Mayjen Soeharto berkata empat mata bersama dengan Presiden Soekarno di Istana, Maulwi mendengar kalimat atasannya itu, ”Saelan, biarlah nanti histori yang mencatat, Soekarno apa Soeharto yang benar.”

Maulwi Saelan tidak dulu tahu maksud sebenarnya kalimat itu.

Ketika kekuasaan beralih, Maulwi Saelan ditangkap dan berkeliling berasal dari penjara ke penjara BANDAR BOLA ONLINE .

Dari Rumah Tahanan Militer Budi Utomo ke Penjara Salemba, rubah ke Lembaga Pemasyarakatan Nirbaya di Jakarta Timur.

Sampai suatu siang di th. 1972, dengan kata lain lima th. sesudah ditangkap, dia diperintah untuk keluar berasal dari sel ternyata itu hari pembebasannya.

Tanpa pengadilan, tanpa sidang, tetapi dia perlu melacak surat info berasal dari Polisi Militer supaya tidak dicap PKI “Sudah, begitu saja,” kenangnya.







SHARE :
CB Blogger

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 SUKABERITANUSANTARA. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger